Powered By Blogger

Kamis, 29 November 2012

TNI AD terjun dari Hercules

M. Satibi 
Pasukan dari Batalyon 328 TNI AD memasuki pesawat C-130 Hercules di Taxy Way Lanud Halim Perdanakusuma. (Foto : Pentak Lanud Halim)
Pasukan dari Batalyon 328 TNI AD memasuki pesawat C-130 Hercules di Taxy Way Lanud Halim Perdanakusuma. (Foto : Pentak Lanud Halim)
Prajurit YON 328 TNI AD melakukan latihan terjun payung di Dawuan, Kerawang, Jawa Barat, Jumat (30/11/2012) pagi.

Sedikitnya empat unit Hercules C-130 dan dua unit Hercules dari Skuadron Udara 31 Lapangan Udara (Lanud) Halim Perdanakusuma dikerahkan.

Tidak hanya itu, dua Skuadron Udara 32 Lanud Abdul Saleh, Malang, Jawa Timur, juga turut menyukseskan pelatihan terjung payung tersebut.

Dalam latihan ini, empat unit Hercules melakukan terbang formasi, untuk melakukan droping zone yang akan dilakukan oleh prajurit YON 328 TNI AD.

Latihan ini bertujuan, untuk meningkatkan profesionalisme prajurit TNI AD dalam melakukan droping zone di pagi hari.

Militer Nigeria dan Boko Haram baku tembak, 4 tewas

Iqbal Amrulloh 
Pasukan gabungan Nigeria (guardian.co.uk)
Pasukan gabungan Nigeria (guardian.co.uk)
Baku tembak yang terjadi antara militer Nigeria dengan militan Islam Boko Haram, Rabu (28/11/2012), menyebabkan empat orang tewas. Korban tewas terdiri dari satu tentara Nigeria dan tiga anggota Boko Haram.

Baku tembak ini terjadi di kota Maiduguri, sebelah Timur Laut Nigeria. Juru Bicara pasukan gabungan, Letnan Kolonel Sagir Musa mengatakan, tentara tersebut tewas saat digelar operasi khusus.

“Berdasarkan informasi, operasi pencarian dilakukan di kawasan Bulabulin Nganaram, di kota Maiduguri pada pukul 12.30 siang waktu setempat. Dalam baku tembak tersebut, satu tentara tewas, satu orang terluka, dan satu petugas imigrasi hilang,” jelas Musa.

Selain menewaskan tiga anggota Boko Haram, militer Nigeria juga menangkap 31 orang yang dicurigai sebagai anggota Boko Haram.

“Tiga anggota  Boko Haram tewas dan 31 orang yang diduga anggota Boko Haram, kami tangkap. Selain itu, satu pucuk senapan serbu AK-47, satu senapan G-3, dan  berbagai macam senjata, serta  amunisi telah kami sita,” lanjut Musa.

Kelompok militan Islam Boko Haram melancarkan pemberontakan di Maiduguri sejak 2009 lalu. Mereka kerap menyerang lembaga negara, penjara, kantor polisi, serta rumah penduduk. Ratusan orang telah terbunuh sejak dimulainya pemberontakan ini.

Pemberontak Suriah kerahkan anak-anak dalam pertempuran

Esnoe Faqih Wardhana 
Kaum pembertontak Suriah (AFP)
Kaum pembertontak Suriah (AFP)
Sebuah laporan yang dirilis kelompok Hak Asasi Manusia (HAM), Human Rights Watch (HRW) menyebut, kaum pemberontak Suriah telah mengerahkan anak-anak dalam pertempuran bersenjata melawan rezim Presiden Bashar al-Assad.

“Pemberontak telah mengirim anak-anak ke pertempuran dan menggunakan anak laki-laki berusia 14 untuk mengangkut senjata dan perlengkapan,” sebut laporan HRW yang dirilis pada Kamis (29/11/2012).

Kelompok HAM yang berbasis di New York mengaku telah mewawancarai lima anak laki-laki berusia antara 14 dan 16. Anak-anak ini mengaku kalau mereka bekerja dengan kaum pemberontak di sebelah Selatan Provinsi Deraa, di wilayah tengah kota Homs, dan di perbatasan Utara Suriah dengan Turki.

Tiga dari mereka yang semuanya berusia 16 tahun mengatakan, mereka membawa senjata dan satu anak mengaku berpartisipasi dalam misi serangan. Dua anak lainnya, yang berusia 14 dan 15 tahun, mengatakan, mereka mendukung brigade tempur dengan melakukan pengintaian atau mengangkut senjata dan perlengkapan.

Seorang anak laki-laki berusia 16 tahun dari Distrik Khalidiyeh, di kota Homs, mengatakan kepada HRW, bahwa ia berpartisipasi dalam misi tempur. "Aku membawa senapan serbu AK-47 dan menembak pos pemeriksaan. Aku menangkap dan mengambil senjata mereka. Mereka mengajari kami menembak, cara membongkar dan mengumpulkan senjata,” ujarnya.

Mahkamah Pidana Internasional menyatakan, bahwa penetapan wajib militer atau mendaftarkan anak di bawah usia 15 tahun, atau menggunakan mereka untuk berpartisipasi dalam permusuhan, adalah sebuah kejahatan perang.

Konvensi PBB tentang hak-hak anak telah mendesak negara-negara untuk memastikan bahwa orang di bawah 18 tahun tidak boleh direkrut atau diberdayakan dalam pertempuran.

"Semua mata tertuju pada oposisi Suriah untuk membuktikan mereka berusaha melindungi anak-anak dari peluru dan bom, ketimbang menempatkan mereka dalam bahaya," kata Priyanka Motaparthy, peneliti hak-hak anak di HRW.

PBB: Tak ada kemajuan dalam pembicaraan nuklir Iran

Esnoe Faqih Wardhana
Program Nuklir Iran (muftah.org)
PBB menyatakan, tak ada kemajuan dalam pembicaraan soal program nuklir Iran.
"Tidak ada hasil nyata telah dicapai," kata Yukiya Amano, Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Kamis (29/11/2012).

Pernyataan ini disampaikan Amano pada pertemuan triwulanan 35 negara yang tergabung dalam Dewan Pengawas Nuklir PBB. Dalam kesempatan ini, Amano menegaskan kembali permintaannya pada Iran untuk memberikan akses langsung ke situs militer Parchin.

IAEA mencurigai, di Parchin inilah tes bahan peledak yang relevan untuk pengembangan senjata nuklir dilakukan. Amano juga menekankan, kegiatan “bersih-bersih” yang dilakukan Iran di Parchin akan merusak penyelidikan PBB di situs itu.

"Citra satelit menunjukkan, bahwa kegiatan yang beragam, termasuk pelepasan dan penggantian dalam jumlah yang cukup besar, telah terjadi di lokasi ini," papar Amano.

Menurutnya, IAEA memiliki komitmen tegas untuk berdialog dengan Iran dan memastikan bahwa pertemuan baru akan diselenggarakan pada 13 Desember mendatang. Pertemuan ini adalah upaya terbaru, setelah beberapa putaran perundingan yang diupayakan sejak Januari, gagal mencapai terobosan berarti.

"Ada kesempatan untuk menyelesaikan masalah nuklir Iran secara diplomatik. Sekarang adalah saatnya bagi kita semua untuk bekerja dengan rasa urgensi dan merebut peluang untuk solusi diplomatik," lanjutnya.

Netanyahu: Peningkatan status Palestina tidak berati apa-apa

Yesi Syelvia 
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu (mondoweiss.net)
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu (mondoweiss.net)
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan, pengakuan kemerdakaan Palestina di Majelis Umum PBB tidak akan memajukan perjuangan untuk mendapatkan wilayah bagi Palestina.

"Palestina tidak akan menang, sampai mereka mengakui Isreal sebagai tanah air bagi kaum Yahudi dan mendeklarasikan berakhirnya konflik dengan negara Yahudi, serta mengikuti semua aturan keamanan untuk melindungi Israel," ungkap Netanyahu, Kamis, (29/11/2012).

Komentar pedas Netanyahu datang setelah Perancis, Spanyol, Norwegia, Denmark, dan Swiss mendukung upaya Palestina untuk mendapatkan status negara pengamat non anggota di PPB. Rencanya, hari ini Abbas secara resmi mengajukan permohonan resmi kepada Majelis Umum PBB di New York untuk memperoleh status negara pengamat non anggota.

Dukungan tersebut datang, setelah Pemimpin Otoritas Palestina Mahmmoud Abbas bergerilya ke negara-negara Eropa guna meningkatkan dukungan peningkatan status di PBB.

Seperti diketahui, Palestina menolak mengakui Israel sebagi tahan air Yahudi. Palestina mengatakan, mengakui hal itu sama saja artinya dengan melemahkan upaya mereka untuk meminta pemulangan pengungsi Palestina. Tidak hanya itu, Palestina juga menolak penempatan militer Israel di sepanjang wilayah Tepi Barat.

Pemberontak Suriah bunuh petinggi Partai Baath

Yesi Syelvia 
Pemberontak Suriah membom rumah Hussein Rifai, seorang anggota elit dari Partai Baath, Kamis (29/11/2012), di Kota Daraa, Suriah.

Aktivis Suriah mengatakan, pemberontak meledakan sebuah bom di dekat rumah Rifai, setelah membunuh salah satu petinggi partai rezim Pemerintah Suriah. Tiga orang pengawal pribadi Rifai tewas dalam serangan bom tersebut.

Daraa merupakan kota di mana pemberontakan mulai melancarkan aksi pemberontakan terhadap Pemerintah Suriah pada  Maret 2011 lalu.

Serangan kali ini terjadi satu hari setelah kelompok pemberontak melancarkan empat serangan bom di wilayah yang didominasi oleh umat Kristen dan Druze, Rabu (28/11/2012) pagi. Akibat serangan tersebut, 54 warga sipil dinyatakan tewas, sementara 120 orang menderita luka-luka.

Serangan bom di Irak tewaskan belasan peziarah Syiah

Yesi Syelvia 
Istimewa
Istimewa
Sedikitnya 23 orang dilaporkan tewas, sementara 82 orang menderita luka-luka akibat serangan bom yang menargetkan para peziarah Syiah, di kota Karbala dan Hilla, Irak, Kamis, (29/11/2012).

Kementerian Dalam Negeri Irak mengatakan, serangan bom pertama terjadi di Karbala. Sebuah bom mobil yang berdekatan dengan mobil yang mengangkut peziarah Syiah, tiba-tiba meledak. Delapan orang dilaporkan tewas, sementara 22 orang lainya menderita luka-luka.

Merespon ledakan ini, pasukan keamanan lantas menutup pintu masuk menuju kota Karbala yang mengarah ke makam Imam Hussein, salah satu dari Imam Syiah yang paling dihormati.

Dua serangan bom mobil berikutnya terjadi di Kota Hilla, Tenggara Kota Karbala. Dua bom mobil yang ditanam di pinggir jalan, tiba-tiba meledak saat sebuah mobil yang mengangkut para peziarah melintas. Akibat serangan tersebut, 15 orang dilaporkan tewas, sementara 60 orang menderita luka-luka.

Kementerian Dalam Negeri Irak menambahkan, sebagian besar korban merupakan peziarah Syiah dan anggota keamanan yang menjaga daerah tersebut.

Kelompok pemberontak di Irak sering kali melakukan serangan bom terhadap peziarah Syiah yang hendak memanjatkan doa pada para Imam. Aksi ini dilancarkan dalam rangka memprovokasi perselisihan antara kelompok Syiah dan Sunni di Irak.